Sukmawati Sebut PKI Berideologi Pancasila, Jazilul Fawaid: Mungkin Benar Kalau Diambil Sepotong
logo

Sukmawati Sebut PKI Berideologi Pancasila, Jazilul Fawaid: Mungkin Benar Kalau Diambil Sepotong

Sukmawati Sebut PKI Berideologi Pancasila, Jazilul Fawaid: Mungkin Benar Kalau Diambil Sepotong

IDNTODAY.CO - Pernyataan putri Presiden pertama RI, Soekarno, yakni Sukmawati Soekarnoputri yang menyebut Partai Komunis Indonesia (PKI) berideologi Pancasila memiliki kemungkinan benar.

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid menilai bisa saja pernyataan itu benar jika hanya diambil sepotong.

“Mungkin benar saja pernyataan itu bila diambil sepotong, ‘itu dulu’,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (30/9).

Namun demikian, dia menekankan bahwa PKI di tahun 1960-an telah melakukan penyelewenangan terhadap Pancasila. PKI kemudian menjadi musuh Pancasila dan dinyatakan dilarang.

“Pada akhirnya PKI menyeleweng dari ideologi Pancasila, PKI menjadi musuh Pancasila dan PKI dinyatakan terlarang di bumi Indonesia sesuai TAP MPRS XXV/1966,” tegasnya.

Disinggung mengenai pernyataan Sukmawati yang menyebut PKI hanya berganti baju semata. Lantaran saat ini masih banyak PKI underground yang berkeliaran.

Jazilul mengatakan ideologi komunis memang sulit mati dan memiliki kemungkinan menyusup dalam tubuh partai politik tertentu.

“Itu selaras dengan pernyataan Pak Salim Said, PKI menyusup dalam tubuh parpol tertentu. Ideologi memang sulit mati, kalau mati juga tidak ada kuburannya, kalau mati juga bisa hidup lagi,” katanya.

Politisi PKB ini juga meminta agar masyarakat tidak melupakan fakta sejarah bahwa PKI telah melakukan kekejaman terhadap rakyat Indonesia serta menyimpang dari ideologi Pancasila.

“Hemat saya, fakta sejarah PKI yang kelam itu jangan dilupakan, dipungkiri, atau diputarbalikkan. Kita jaga Pancasila sebagai ideologi negara, dengan praktik yang benar dan bertanggung jawab. Negara tetap melarang munculnya PKI dalam berbagai bentuknya,” ucapnya.

“PKI pada praktiknya menyimpang dari Ideologi Pancasila, itu fakta sejarah,” tandasnya. (rmol)

Related News