Polisi Sebut Tak Ada Ancaman saat Data Ustaz-Santri Tengah Malam di Surabaya
logo

Polisi Sebut Tak Ada Ancaman saat Data Ustaz-Santri Tengah Malam di Surabaya

Polisi Sebut Tak Ada Ancaman saat Data Ustaz-Santri Tengah Malam di Surabaya

IDNTODAY.CO - Polisi memastikan tidak ada intimidasi saat anggotanya melakukan pendataan ustaz dan santri di sejumlah pondok pesantren yang ada Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Jhonny Edison Isir mengatakan institusinya melakukan pendataan ustaz dan santri di ponpes lantaran tugasnya sebagai satgas penanggulangan COVID-19 Surabaya mencegah penularan corona di pondok pesantren.

"Tidak ada intimidasi, tidak ada ancaman juga," ujar Jhonny kepada kumparan, Selasa (29/9).

Jhonny mengatakan selain polisi, ada juga tim dinas dari Pemkot Surabaya saat melakukan pendataan terhadap ustaz dan santri di sejumlah ponpes di Surabaya.

"Jadi ini langkah proaktif antisipasi dari satgas Surabaya. Nah, kita bagian dari satgas itu memetakan. Gitu. Karena kan nanti ada perluasan pelaksanaan swab juga," ujar Jhonny.

"Kepada stakeholder antara lain elemen yang ada di pondok pesantren ada aktivitas belajar mengajar apalagi ada santri yang di situ. Begitu lho, Mas," lanjut Jhonny.

Sebelumnya, beredar sebuah video yang menyebut ada gerakan mencurigakan yang dilakukan oknum berseragam Satpol PP dan kepolisian yang diduga terjadi di Jombang yang berniat gelar swab tes malam hari di ponpes.

Kabarnya peristiwa itu terjadi dua hari lalu. Jam 12 malam, oknum berseragam itu datang ke ponpes dan hendak melakukan swab test.

Bahkan setengah jam kemudian, disebutkan ada orang berseragam Satpol PP dan polisi datang dengan meminta data ustaz dan santri.

Pernyataan itu disampaikan KH Ahmad Zahro dan dilansir di akun YouTube NU Garis Lurus dan diunggah pada 26 September 2020.

"Kemudian satu jam atau atau setengah jam kemudian datang mereka yang berseragam aparat keamanan. Kalau seragamnya sih Satpol pp dan polisi. Tapi saya tidak yakin itu Satpol PP beneran atau polisi beneran. Tapi seragamnya katanya itu. Difoto kok diberikan ke saya," demikian penggalan pernyataan Ahmad Zahro, seperti yang kumparan lihat, Senin (28/9). [glr]

Related News