Mufti Agung Yerusalem Mundur karena Tak Setuju Normalisasi UEA dengan Israel
logo

Mufti Agung Yerusalem Mundur karena Tak Setuju Normalisasi UEA dengan Israel

Mufti Agung Yerusalem Mundur karena Tak Setuju Normalisasi UEA dengan Israel

IDNTODAY.CO - Mufti Agung Yerusalem Sheikh Muhammad Hussein mundur dari Forum Perdamaian Masyarakat Muslim (FPPMS) setelah organisasi bermarkas di Uni Emirat Arab itu mengeluarkan pernyataan yang mendukung normalisasi hubungan diplomatik antara Israel dan Uni Emirat Arab.

"Normalisasi adalah tusukan dari belakang terhadap rakyat Palestina dan muslim, dan pengkhianatan terhadap tempat suci umat Islam dan Kristen di Yerusalem," ujar Sheikh Hussein dua hari lalu ketika mengumumkan pengunduran dirinya, seperti dilansir laman Press TV, Jumat (28/8).

Pengunduran diri Sheikh Hussein ini adalah yang kedua dari tokoh FPPMS setelah Minggu lalu Aisha al-Adawiya, aktivis muslim Amerika, lebih dulu mundur karena pernyataan serupa.

Adawiya mengatakan topik tentang normalisasi tidak pernah dibahas dalam rapat-rapat organisasi terakhir dan "tidak ada kesepakatan apa pun soal dukungan untuk normalisasi UAE dengan Israel."

"Karena pelanggaran kepercayaan dan sesuai dengan apa yang saya yakini, saya mengumumkan pengunduran diri," ujar Adawiya dalam unggahan di Facebook.

Awal bulan ini, FPPMS mengklaim normalisasi ini akan "menghentikan Israel mencaplok tanah Palestina dan bisa mempromosikan perdamaian dan keamanan di seluruh dunia."

Normalisasi hubungan Israel-UEA diumumkan Gedung Putih pada 13 Agustus lalu dan sontak memicu kemarahan rakyat Palestina dan para pendukung mereka.

Para pejabat UEA melihat normalisasi ini sebagai upaya sukses mencegah Israel yang berendana mencaplok Tepi Barat, namun Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan dia akan tetap mewujudkan rencana itu.

Sheikh Hussein kemudian mengeluarkan fatwa yang melarang muslim mengambil keuntungan dari normalisasi Israel-UAE ini dengan mengunjungi Masjid Al-Aqsa.

"Dilarang bagi muslim datang dengan pesawat dari Uni Emirat Arab atau bukan dari Uni Emirat Arab ke Bandara Lod (di Israel) yang kini bernama Bandara Ben Gurion untuk mengunjungi dan beribadah di Masjid Al-Aqsa," kata Hussein. (Mdk)

Related News