Manuver Ibas Sanjung Ayahanda Berbalas Sindiran Pedas
logo

Manuver Ibas Sanjung Ayahanda Berbalas Sindiran Pedas

Manuver Ibas Sanjung Ayahanda Berbalas Sindiran Pedas

IDNTODAY.CO - Waketum PD Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas menyanjung ekonomi yang meroket pada zaman pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sanjungan Ibas mendapat sindiran pedas dari parpol pendukung pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Isu mengenai kondisi perekonomian negara tengah hangat dibahas lantaran pertumbuhan ekonomi di Indonesia menyentuh minus 5,32 persen. Ini dikarenakan pandemi virus Corona (COVID-19) yang berdampak signifikan ke sektor ekonomi.

Ibas pun turut menyoroti kondisi ekonomi di Indonesia saat ini. Ibas menyebut ekonomi era Presiden ke-6 SBY, yang juga merupakan ayahnya, meroket.

"Terus terang rakyat perlu kepastian, rakyat perlu kepercayaan, dan keyakinan dan bukti, bukan janji. Alhamdulillah, kita pernah membuat itu. Ketika zaman mentor kita Pak SBY selama 10 tahun, ekonomi kita meroket, APBN kita meningkat, utang dan defisit kita terjaga. Pendapatan rakyat naik dan lain-lain, termasuk tentang persentase tingkat kemiskinan dan pengangguran," ucap Ibas di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (6/8).

Ibas menyebut PD hadir untuk negara. Dia mengklaim Demokrat hadir sebagai partai yang bisa mencegah negara ini masuk jurang.

"Ada negara sukses dan berhasil, sesungguhnya Demokrat justru hadir memberikan koreksi dan kritik dan solusi supaya negara tidak jatuh ke jurang. Kita ingin agar Demokrat menjadi partai yang cerdas dan tepat dalam berpikir," ucap Ibas.

"Ketika benar kita katakan benar, ketika tidak kita katakan tidak. Biar ruang demokrasi ini tetap terjaga, jadikanlah Partai Demokrat tetap hadir agar demokrasi kita lebih berwarna dan terjaga," imbuh Ibas.

Dikritik Koalisi Pro-Jokowi

Partai Gerindra mengkritik pernyataan Ibas soal ekonomi meroket era SBY. Juru bicara Gerindra Habiburokhman menilai diksi 'meroket' Ibas agak berlebihan.

"Kami menghormati Mas Ibas sebagai politisi yang mulai matang. Namanya politisi wajar klaim keberhasilan era kepemimpinan mereka walau istilah 'meroket' sedikit berlebihan karena rata-rata di bawah 6 persen," sebut Habiburokhman.

Sedangkan politikus PDIP Hendrawan Supratikno, menyoroti pembangunan infrastruktur di era SBY. Dia menilai tak ada pembangunan infrastruktur besar-besaran saat itu.

"Pembangunan infrastruktur besar-besaran seharusnya terjadi di periode lalu. Program MP3EI SBY harusnya sudah berjalan sejak 2005-2010, sehingga tidak menjadi beban pemerintahan berikutnya. Ada yang menilai dekade SBY adalah dekade yang datar, bahkan ada yang menyebut sebagai 'the lost decade', karena harusnya perbaikan infrastruktur dilakukan besar-besaran sehingga kita lebih siap bersaing di tingkat global," ucap Hendrawan.

Golkar, yang juga masuk di koalisi Jokowi, menilai Ibas seperti kurang wawasan dengan pernyataan itu. Golkar menyebut World Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global tahun ini negatif/terkontraksi dan ini menjadi krisis ekonomi terparah sejak The Great Financial Crisis pada 1930-an.

"Pernyataan Mas Ibas sangatlah tidak tepat membandingkan perkembangan ekonomi di era saat pandemi COVID-19 dengan kondisi normal di era Presiden SBY," kata Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Jumat (7/8).

Pembelaan PD

PD membela Ibas yang dikritik. PD menegaskan 10 tahun masa kepemimpinan SBY memang diliputi segudang prestasi.

"Apa pun tanggapannya, tidak bisa menafikan fakta bahwa 10 tahun SBY pertumbuhan ekonomi 6 persen, kemiskinan turun, pengangguran turun, rasio utang turun, cadev (cadangan devisa) naik," kata Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP PD Ossy Dermawan dalam cuitan yang dibagikan kepada wartawan, Jumat (7/8).

Elite PD lainnya, yakni Jansen Sitindaon, meminta parpol koalisi Jokowi tidak kebakaran jenggot. Jansen mengatakan pemerintahan SBY sebelumnya sudah mewarisi anggaran yang tinggi untuk kemudian dilanjutkan pemerintahan Jokowi. PD pun memamerkan capaian pertumbuhan ekonomi era SBY.

"Harusnya ini jadi cermin bagi pemerintah. Bukan malah partai-partai pendukung pemerintah kebakaran jenggot dengar pernyataan Mas Ibas. Tiap pemerintahan ada tantangannya masing-masing. Jauh sebelum badai COVID menerpa, tren ekonomi kita di bawah pemerintahan ini memang terus turun. Itu fakta," ujar Jansen. (dtk)

Related News