Ketua DPRD DKI Minta Anies Tutup Ruang Kerja untuk Sterilisasi Covid-19
logo

Ketua DPRD DKI Minta Anies Tutup Ruang Kerja untuk Sterilisasi Covid-19

Ketua DPRD DKI Minta Anies Tutup Ruang Kerja untuk Sterilisasi Covid-19

IDNTODAY.CO - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi berharap Gubernur Anies Baswedan bijak menghadapi kasus positif Covid-19 yang terjadi di lingkup kerjanya. Pras meminta ruang kerja Anies ditutup sementara waktu untuk dilakukan sterilisasi setelah Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota terkonfirmasi positif Covid-19.

“Saya minta kepada Pak Gubernur, bicara masalah Covid sudah jangan malu ini bukan aib, jelaskan, lockdown di ruangan dia, semua diperkecil,” ujar Pras, Kamis (27/8).

Penutupan ruang kerja menurut Pras sudah menjadi adaptasi saat ini di perkantoran jika ditemukan kasus positif. Untuk itu, ketimbang tidak ada langkah pencegahan ekstrem politikus PDIP ini mengatakan agar Anies tanggap terhadap penularan Covid-19.

Penutupan gedung DPRD DKI hingga saat ini, dikatakan Pras setidaknya patut dijadikan contoh oleh Anies. Saat mengetahui anggota DPRD dari beberapa fraksi terkonfirmasi positif, Pras segera menutup gedung wakil rakyat Jakarta.

“Saya kemarin mengambil langkah di DPRD itu saya perpanjang penutupan karena ada beberapa teman-teman dari fraksi PAN, PKS, dan beberapa PJLP, NasDem (positif Covid-19), tapi saya minta kepada Pak Gubernur, ini enggak perlu malu, sekali lagi, ini sama-sama terbuka supaya tidak menyebar ke tempat lain,” tandasnya.

Sejumlah Bawahan Anies Positif Covid-19

Diketahui sejumlah anggota Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) di Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta terkonfirmasi positif Covid-19. Terbaru, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Suzy Marsitawati terkonfirmasi positif.

Sebelum adanya konfirmasi positif, Suzy , Kepala Dinas dan SKPD lainnya mengadakan rapat pimpinan beberapa waktu lalu, seperti saat membahas taman kota Tebet dan beberapa agenda rapat lainnya. Menanggapi hal itu, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI, Chaidir menyatakan Suzy telah menjalani swab test di hari libur nasional, dan hasil tes baru keluar Senin (24/8).

“Yang bersangkutan (Suzy Marsitawati) menjalani tes swab mandiri pada saat libur nasional dan cuti bersama, hasilnya keluar pada Senin kemarin dan positif. Tapi, perlu saya tegaskan bahwa pada saat rapim tanggal 19 Agustus lalu, peserta rapim telah mengikuti prosedur tes Covid-19 terlebih dahulu, dan dinyatakan sehat. Penularan tidak terjadi di ruangan rapim karena kami sudah menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat,” terang Chaidir di Balai Kota, Selasa (25/8).

Lebih lanjut, Chaidir mengungkapkan, penerapan protokol kesehatan yang ketat akan terus diberlakukan di lingkungan pegawai Pemprov DKI Jakarta. Termasui pelaksanaan rapat pimpinan secara fisik masih diadakan untuk pembahasan hal-hal yang penting dengan penerapan prosedur protokol kesehatan yang ketat tersebut.

“Peserta rapat harus duduk berjarak, harus memakai masker, sehingga harapannya bisa mencegah penularan virus. Untuk pegawai yang terkonfirmasi Covid-19, dapat melapor pada BKD dan melakukan isolasi mandiri,” ucapnya.

Setelah adanya konfirmasi positif, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Andri Yansyah menyatakan kantor Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI tutup sementara untuk dilakukan sterilisasi. Penutupan tersebut setelah Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Suzi Marsitawati telah dinyatakan terpapar virus corona atau Covid-19.

“Kantor tutup sementara selama 3 hari terhitung hari ini. Juga dilakukan penyemprotan disinfektan selama 3 hari berturut-turut terhadap ruangan dan lingkungan kantor tersebut,” kata Andri saat dihubungi. [dci]

Related News