7 Fakta di Balik Hoax Prada MI Dikeroyok Padahal Jatuh Sendiri
logo

7 Fakta di Balik Hoax Prada MI Dikeroyok Padahal Jatuh Sendiri

7 Fakta di Balik Hoax Prada MI Dikeroyok Padahal Jatuh Sendiri

IDNTODAY.CO - Kerusakan yang terjadi akibat penyerangan di Polsek Ciracas ternyata dipicu oleh hoax yang disebarkan oleh salah satu oknum anggota TNI, Prada MI. Yang bersangkutan berbohong kepada rekan-rekannya dikeroyok padahal sebenarnya jatuh akibat kecelakaan tunggal.

Panglima TNI Hadi Tjahjanto bercerita mengenai awal mula insiden perusakan Polsek Ciracas itu terjadi. Awalnya Prada MI mengaku bahwa dirinya dikeroyok oleh orang tidak dikenal.

Namun, diselidiki lebih lanjut, pernyataan Prada MI tidak benar. Hadi menjelaskan MI tidak dikeroyok, melainkan mengalami kecelakaan tunggal.

"Dari keterangan saksi dan rekaman CCTV bahwa luka yang ada di prajurit MI bukan karena pengeroyokan tapi akibat kecelakaan tunggal," kata Hadi di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin Makassar, Minggu (30/8/2020).

Berikut fakta-fakta kebohongan Prada MI yang berujung perusakan Polsek Ciracas:

1. Prada MI Diperiksa di Rumah Sakit

Oknum Anggota TNI, Prada MI dilarikan ke Rumah Sakit Ridwan Taman Mini usai mengalami kecelakaan namun mengaku dikeroyok. Prada MI sempat diperiksa oleh polisi militer ketika dirawat di rumah sakit.

"Ya betul (masih dirawat), di RS Ridwan Taman Mini," kata Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman saat dihubungi, Minggu (30/8/2020).

"Pemeriksaan dilakukan di rumah sakit karena yang bersangkutan bisa komunikasi," lanjutnya.

2. 10 CCTV Diperiksa TNI untuk Buktikan Prada MI Kecelakaan

TNI memeriksa sejumlah CCTV pasca perusakan Polsek Ciracas, Jakarta Timur. CCTV hingga saksi diperiksa untuk membuktikan yang sebenarnya terjadi kepada Prada MI.

"Baru 10 (CCTV) yang diambil. (Kesepuluh CCTV itu diambil) ya di sekitar polsek (dan) ada di (pertigaan) Arundina," kata Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman saat dihubungi, Minggu (30/8/2020).

Hasil keterangan sementara yang dihimpun dari saksi hingga CCTV, kata Dudung, kejadian ini ternyata terkait kecelakaan tunggal yang dialami Prada MI. Dia menegaskan tak ada insiden pengeroyokan yang dialami Prada MI.

"Hal terpenting ada rekaman CCTV yang bersangkutan kecelakaan tunggal tidak ada pengeroyokan dan ada rekaman CCTV," ujarnya.


3. TNI Dalami Alasan Prada MI Berbohong

Pihak TNI masih menyelidiki terkait seorang oknum TNI berinisial Prada MI yang mengalami kecelakaan tunggal tapi mengaku dikeroyok sehingga memicu Polsek Ciracas dirusak. Alasan dibalik kebohongan Prada MI masih didalmi oleh pihak TNI.

"Ya makanya ini lagi penyidikan, lagi proses penyidikan (dengan memeriksa MI untuk mengetahui mengapa dia berbohong dengan mengaku dikeroyok)," kata Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman saat dihubungi, Minggu (30/8/2020).

Dudung tak menjelaskan sudah sampai mana proses penyidikan yang tengah dilakukan. Alasan Prada MI menyampaikan hoax juga masih didalami.

4. Prada MI Kecelakaan Lantaran Tak Konsentrasi Nyalip Motor
Ditlantas Polda Metro Jaya bersama Polisi Militer Kodam Jayakarta melakukan olah TKP kecelakaan Prada MI yang awalnya mengaku dikeroyok. Hasilnya ternyata Prada MI terjatuh lantaran tidak konsentrasi saat hendak menyalip.

"Telah dilakukan olah TKP gabungan dengan pers POM Dam Jaya dan pembuatan sketsa TKP yang ditandatangani saksi dan pers Pomdam Jaya, dipimpin Kasubdit Gakkum dan Kasat Lantas Jakarta Timur," kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo, Minggu (30/8/2020).

Prada MI dipastikan terjatuh lantaran tidak dapat mengendalikan kendaraannya saat hendak menyalip motor yang ada di depannya. Prada MI disebut hilang konstentrasi.

"Telah dilakukan gelar perkara dengan melibatkan Pers POM Dam Jaya dan menetapkan faktor penyebab dan kronologis kejadian, yaitu terjadi laka lantas dikarenakan Prada Ilham tidak konsentrasi dan tidak dapat mengendalikan sepeda motornya saat akan menyalip sepeda motor yang ada di depannya yang belum diketahui identitasnya sehingga terjatuh sendiri (out of control)," jelasnya.

5. Prada MI Hubungi 27 Rekannya dan Mengaku Dikeroyok

Polsek Ciracas, Jakarta Timur dirusak akibat Prada MI mengaku dikeroyok padahal kecelakaan tunggal. Prada MI ternyata menghubungi 27 rekannya dan menceritakan dirinya dikeroyok.

"Kemudian dikembangkan lagi terkait handphone milik prajurit MI dan ditemukan bahwa prajurit MI telah menghubungi 27 rekannya dan itu akan dijadikan pengembangan lebih lanjut," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin Makassar, Minggu (30/8/2020).

Inilah yang kemudian berujung pada perusakan Polsek Ciracas, Jakarta Timur. Hadi pun menegaskan ke-27 rekan Prada MI yang dihubungi bakal diperiksa. Hukum, tegas Marsekal Hadi, bakal ditegakkan terkait perusakan Polsek Ciracas.

6. 12 Anggota TNI Ditahan di Pomdam Jaya

TNI mengambil tindakan tegas pasca perusakan Polsek Ciracas dan Polsek Pasar Rebo, Jakarta Timur. Sebanyak 12 anggota TNI yang terlibat telah ditahan di Polisi Militer Kodam Jaya (Pomdam Jaya), Guntur, Jakarta Selatan.

"Jadi 12 orang ini ditahan di Polisi Militer Kodam Jaya Pomdam Jaya di Guntur," kata Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa dalam jumpa pers di Mabes TNI AD, Jalan Veteran Nomor 5, Jakarta Pusat, Minggu (30/8/2020).

Andika mengatakan pelaku lain yang saat ini telah dipanggil juga akan langsung ditahan. Hal yang sama juga berlaku pada Prada MI.

"Prada MI sudah jelas, dia adalah salah satu dari mereka. Dan sejauh mana ya kita kan, tapi mereka kan sudah ditahan, Prada MI sudah di tangan kita walaupun masih dirawat di rumah sakit TNI Angkatan Darat tetapi statusnya adalah termasuk yang terperiksa," kata Andika.

7. Polisi Serahkan Berkas Perkara Kecelakaan ke Pomdam Jaya

Polisi telah menyelesaikan gelar perkara kecelakaan lalu lintas yang menimpa Prada MI. Berkas perkaranya saat ini sudah dilimpahkan ke Polisi Militer Kodam Jaya (Pomdam Jaya).

"Telah dilaksanakan pelimpahan berkas perkara berikut barang bukti sepeda motor dari Satwil Jaktim ke Denpom Dam Jaya," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo dalam keterangannya, Minggu (30/8/2020).

Gelar perkara kecelakaan itu dilakukan pihak kepolisian bersama dengan Pomdam Jaya. Dari hasil gelar perkara dan olah TKP didapatkan kepastian Prada MI terjatuh lantaran kehilangan konstentrasi saat akan menyalip motor di depannya. [dtk]

Related News