Rekor Hebat Pak Edi yang Mustahil Dipecahkan Jenderal-jenderal TNI Kini
logo

Rekor Hebat Pak Edi yang Mustahil Dipecahkan Jenderal-jenderal TNI Kini

Rekor Hebat Pak Edi yang Mustahil Dipecahkan Jenderal-jenderal TNI Kini

IDNTODAY.CO - Tahukah Anda, ada sebuah catatan rekor yang hingga saat ini 0tak pernah bisa terpecahkan oleh jenderal Tentara Nasional Indonesia.

Rekor itu cuma dicetak dan dimiliki satu jenderal TNI saja, rekor apa dan jenderal siapakah itu? Simak ulasan VIVA Militer edisi Senin 20 Juli 2020 berikut ini.

Pada 2 Februari 1988, seorang perwira tinggi TNI penyandang 4 bintang di pundak dilantik menggantikan Jenderal Try Sutrisno sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Jenderal berbadan kurus tinggi dengan ciri khas kumis tebal itu sebelumnya menjabat sebagai wakilnya Pak Try sendiri.


Ya dia adalah Jenderal TNI Edi Sudrajat. Orang ke-16 yang dipercaya menjabat KSAD.

Setelah dilantik, jenderal kelahiran Jambi 22 April 1938 menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Wajar saja beliau adalah peraih penghargaan Adhi Makayasa pertama saat lulus dari Akademi Militer 1960.

Beberapa tahun menjabat KSAD, Jenderal Edi kembali dipercaya menggantikan Pak Try.

Kali ini jabatannya lebih tinggi lagi, yaitu sebagai Panglima ABRI (TNI dan polri).

Jenderal Edi dilantik menjadi Panglima ABRI pada 19 Februari 1993. Padahal beliau masih memiliki masa tugas sebagai KSAD.

Akhirnya ketika itu Jenderal Edi menjabat Panglima ABRI ke-10 sekaligus KSAD.

Namun yang cukup mengejutkan, belum sebulan menjadi Panglima ABRI, Jenderal Edi diminta Presiden Soeharto untuk mengisi kursi jabatan Menteri Pertahanan dan Keamanan ke 18.


Peristiwa itu terjadi pada 17 Maret 1993. Jenderal Edi menggantikan LB Moerdani di kursi Kabinet Pembangunan VI.

Jadi saat itu Jenderal Edi menjabat 3 posisi sekaligus, yaitu KSAD, Panglima ABRI dan Menhankam. Ini tidak pernah terjadi sebelumnya dan tak pernah bisa terulang kembali hingga saat itu.

Akhirnya, Jenderal Edi melepas satu persatu jabatannya di TNI. 

Yang pertama pada 23 Maret 1993 beliau menyerahkan tampuk jabatan KSAD kepada Jenderal Wismoyo Arismunandar.

Lalu berikutnya pada 21 Mei 1993 beliau menyerahkan tongkat komando Panglima ABRI kepada Jenderal Feisal Tanjung.

Dan yang terakhir pada 14 Maret 1998 beliau menyerahkan kursi Menhankam kepada Jenderal Wiranto.

Lalu akhirnya beliau pensiun dari TNI di tahun yang sama setelah 33 tahun lamanya mengabdi pada negara.

Jenderal Edi wafat pada 1 Desember 2006 di usia ke 68 tahun. Dan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. [viva]

Related News