Wakil Ketua MPR: Siapa yang Luruskan Istana Kalau Bengkok?
logo

Wakil Ketua MPR: Siapa yang Luruskan Istana Kalau Bengkok?

Wakil Ketua MPR: Siapa yang Luruskan Istana Kalau Bengkok?

IDNTODAY.CO - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) menyindir istana yang disibukkan dengan upaya meluruskan pernyataan pimpinan hingga pejabatnya yang membingungkan masyarakat. Hal ini ironis dan menyedihkan di tengah upaya perang melawan wabah virus corona saat ini.

Pernyataan pertama terkait Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. Baru sembuh dari Covid-19, menteri perhubungan langsung membuat ‘gebrakan’ dengan menyatakan bakal mengijinkan semua moda transportasi beroperasi lagi disaat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pernyataan ini disampaikan saat Budi Karya melakukan rapat kerja bersama Komisi V DPR, Rabu (6/5).

Budi mengatakan hal tersebut bukan merupakan pelonggaran tetapi penjabaran dari Permen 25 tahun 2020 soal pengaturan transportasi saat Mudik Lebaran.

Istana kemudian buru-buru meluruskan pernyataan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi soal rencana membuka layanan semua moda transportasi mulai 7 Mei 2020. Menteri Sekretaris Negara, Pratikno mengatakan bahwa mudik tetap dilarang. Klarifikasi itu disampaikan pada malamnya di hari yang sama.

Menurut Pratikno, pernyataan Menhub itu harus diikuti dengan mengindahkan Surat Edaran Gugus Tugas Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19. “Dalam aturan itu dijelaskan ada beberapa pengecualian pembatasan perjalanan selama masa pandemi,” ujar Pratikno.

“Kemarin Istana luruskan pernyataan Menhub yang izinkan tranportasi beroperasi. Hari ini Istana luruskan pernyataan Presiden @jokowi soal damai dengan korona,” ujar Hidayat di akun resminya, dipantau Sabtu(9/5).

Yang terbaru, Istana meluruskan pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi soal ajakan agar masyarakat berdamai dengan corona. Dalam keterangannya, Kamis (7/5), Jokowi diketahui meminta masyarakat berdamai dengan corona sampai vaksin ditemukan.

Presiden menyampaikan hingga vaksin belum ditemukan maka tidak ada acuan virus corona benar-benar berhenti menyebar.

Pernyataan Jokowi untuk berdamai dengan corona membuat geger media sosial. Itu karena, pernyataan Jokowi ini bertolak belakang dengan apa yang disampaikannya dalam pertemuan virtual KTT G20 pada Maret silam.

Saat itu secara tegas Presiden Jokowi mengajak negara-negara anggota G20 untuk mengobarkan ‘perang’ melawan virus corona. Jokowi juga mendesak negara anggota G20 memimpin upaya menemukan vaksin virus corona.

Pernyataan ini kemudian diluruskan oleh Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin. Ia menerangkan apa yang dimaksud Presiden Jokowi agar masyarakat berdamai dengan virus corona (Covid-19) adalah menyesuaikan dengan kehidupan di tengah wabah.

Presiden meminta masyarakat tetap produktif di tengah pandemi Covid-19.

“Bahwa Covid itu ada dan kita berusaha agar Covid segera hilang. Tapi kita tidak boleh menjadi tidak produktif karena Covid, menjadikan ada penyesuaian dalam kehidupan,” ujar Bey melalui pesan broadcast kepada jurnalis, Jumat(8/5).

Hidayat kemudian mempertanyakan bagaimana jika pelurusan informasi dari Istana ternyata bengkok juga. Siapakah yang akan meluruskan? Karena tentunya yang dibuat kebingungan adalah masyarakat.

“Lantas siapa yang akan luruskan Istana bila ternyata pelurusannya bengkok juga. Semoga Rakyat tak bingung&Covid-19 segera teratasi,” katanya. (*)

Related News