Pasien Corona Kontak Langsung Dengan Banyak Perawat, Menkes: Bayangkan 70 Orang Rawat Satu Pasien
logo

Pasien Corona Kontak Langsung Dengan Banyak Perawat, Menkes: Bayangkan 70 Orang Rawat Satu Pasien

Pasien Corona Kontak Langsung Dengan Banyak Perawat, Menkes: Bayangkan 70 Orang Rawat Satu Pasien

KATATODAY.COM - Pasien terjangkit virus corona jenis Covid-19 pernah melakukan kontak langsung dengan 76 perawat rumah sakit Mitra Keluarga, Depok, untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan, sebelum dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pun kaget mendengar kabar tersebut. Sebab, katanya, pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh Rumah Sakit Mitra Keluarga mustahil melibatkan perawat sebanyak itu.

"Nah, untuk rumah sakit (Mitra Keluarga) bayangin kalau ada 70 orang rawat satu orang gimana rasanya, saya rasa ini enggak ada 70 orang," ujar Terawan Agus Putranto dalam jumpa pers di RSPI Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Senin (2/3).

"Jadi artinya berita itu pasti enggak benar, paling yang periksa dokter satu dua orang, perawat paling dua tiga orang," sambungnya.

Adapun untuk memastikan hal tersebut, Jenderal TNI bintang tiga ini akan melakukan kunjungan ke RS Mitra Keluarga Depok.

Namun, dia menjelaskan bahwa penanganan medis terhadap orang-orang yang diduga terjangkit atau tersuspect virus corona, pastinya menggunakan kelengkapan yang safety infection.

"Kalau sudah ODP (orang dalam pengawasan) atau pasien dalam pengamatan, itu sudah otomatis mereka menggunakan perlengkapan-perlengkapan untuk mengindari adanya infection," terang Terawan Agus Putranto.

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa para perawat di rumah sakit Mitra Keluarga akan dilakukan pemeriksaan oleh dinas kesehatan. Akan tetapi, Terawan Agus Putranto meminta agar masyarakat tidak takut secara berlebihan.

"Tracking akan tetap diminta informasi, kondisi saat ini bagaimana, para dokter maupun perawat itu ini sedang berlangung oleh dinas kesehatan, semua akan dijalankan prosedunya," sebut Terawan Agus Putranto.

"Menteri kesehatan yang akan membuat hal supaya tidak semua paranoid yang membuat keresahan. Kita harus logis saja," tegasnya menutup. [rmol]

Related News